Anak Tertawa Saat Makamkan Ibu, Tetiba Berubah Saat Buka Kafan Penutup Wajahnya

Anak Tertawa Saat Makamkan Ibu, Tetiba Berubah Saat Buka Kafan Penutup Wajahnya

“Sampai kain penutup wajah ibunya dibuka, barulah wajahnya berubah sayu kemudian dia memeluk anggota keluarga yang lain sambil menangis terisak-isak,” kata dia.

“Begitulah keadaan sebagian manusia di saat kehilangan orang yang dicintai. Dia sebenarnya ingin menyembungikan kesedihan,” tambah dia.

Apalagi, tambah Rafieudin, bila yang kehilangan ibu atau bapaknya itu seorang lelaki. Terkadang ego mereka mengalahkan perasaan.

“Namun sekuat apapun air mata dan perasaan ditahan, pasti akan luntur juga bercucuran air mata saat melihat wajah ibu kita diam membisu,” tulis Rafieudin.

Bukan hanya sekali dua kali, Rafieudin sudah berkali-kali menyaksikan anak-anak yang berusaha tegar saat kehilangan bapak ibu mereka.

Mereka bahkan masih bisa tersenyum di tengah banyak orang.

“Tetapi apabila di rumah dan tamu sudah mulai pulang, barulah perasaan sedih dan sunyi itu timbul dan semakin menebal lalu mengalirlah air mata hingga tidur kelelahan,” tulis dia.

Rafieudin pun berpesan, “Jangan menipu diri sendiri wahai anak. Menangislah saat ayah dan ibumu meninggal dunia. Ketahuilah tangisanmu itu bukanlah sesuatu yang dilarang agama.”

“Bahkan air matamu merupakan suatu sunah tanda menunjukkan kesedihan atas kehilangan orang tersayang.”

Meski demikian, Rafieudin mengatakan bahwa tidak boleh meratapi kematian karena dilarang oleh agama.

“Bagaimanapun teruslah berdoa dan datang menziarahi ahli kubur karena sesungguhnya suatu saat nanti ketika giliran kita tiba, kita juga mengharapkan hal sang sama juga daripada mereka yang masih hidup,” tulis Rafieudin.

Sumber: dream.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel